Home > Berita > KISAH MENARIK! SI BUTA TETAP KE MASJID

KISAH MENARIK! SI BUTA TETAP KE MASJID

facebook LIKE UTK TERIMA UPDATE TERKINI & KLIK [X] UTK TUTUP --> Button Close

Like kami di facebook untuk menerima update terkini terus ke wall facebook anda.

KISAH MENARIK! SI BUTA TETAP KE MASJID | Berikut adalah kisah seorang sahabat Rasulullah yang Buta bernama Abdullah Ibnu Ummi Maktum

Abdullah bin Ummi Maktum, nama sebenarnya Abdullah bin Umar bin Syuraikh, seorang sahabat suku Quraisy yang termasuk peserta hijrah ke Madinah rombongan pertama. Beliau sampai di Madinah sebelum kedatangan Rasulullah saw. Abdullah mempunyai ikatan kekeluargaan dengan Rasululah saw. Dia adalah sepupu Ummul Mu’minin Khadijah binti Khuwailid ra. Bapanya Qais bin Zaid, dan ibunya ‘Atikah binti Abdullah.
si-buta
Ibunya bergelar ‘Umi Maktum’ kerana anaknya Abdullah lahir dalam keadaan buta.
Abdullah bin Ummi Maktum termasuk kelompok yang pertama-tama masuk Islam. Sebagai muslim kelompok pertama, dia turut menanggung segala macam suka duka kaum muslimin di Makah ketika itu. Dia turut menderita siksaan kaum Quraisy seperti diderita kawan kawannya seagama, berupa penganiayaan dan berbagai macam tindakan kekerasan lainnya.

Tetapi apakah karena tindakan-tindakan kekerasan itu Ibnu ummi Maktum menyerah? Tidak……! Dia tidak pernah mundur dan tidak lemah iman. Bahkan dia semakin teguh berpegang pada ajaran Islam dan Kitabullah. Dia semakin rajin mempelajari syariat Islam dan sering menhadiri majlis Rasulullah saw.

Setiap waktu kosong selalu disinya, dan setiap kesempatan yang baik selalu digunakan untuk menambah ilmu Islam. Pada masa permulaan tersebut, Rasulullah sering

mengadakan dialog dengan pemimpin-pemimpin Quraisy, mengharapkan semoga mereka masuk Islam. Pada suatu hari baginda berhadapan dengan ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, ‘Amr bin Hisyam (Abu Jahal), Umayyah bin Khalaf dan Al Walid bin Mughirah (ayah Saiyidina Khalid bin Al Walid).

Rasulullah saw berunding dan bertukar fikiran dengan mereka tentang Islam. Baginda sangat ingin mereka menerima dakwah dan menghentikan penganiayaan terhadap para sahabat baginda. Sedang Rasulullah saw berdakwah dengan sungguh-sungguh, tiba-tiba Abdullah bin Ummi Maktum datang meminta dibacakan kepadanya ayat-ayat Al Quran.

Kata Abdullah, “Ya, Rasulullah! Ajarkanlah kepadaku ayat-ayat yang telah diajarkan Allah kepadamu!”

Rasul saw yang mulia tidak mempedulikan permintaan Abdullah bahkan berpaling lalu meneruskan pembicaraannya dengan pemimpin Quraisy tersebut. Mudah-mudahan dengan Islamnya mereka, Islam tambah kuat dan dakwah bertambah lancar.
Selesai berbicara dengan mereka, Rasulullah saw cuba hendak pulang, tetapi tiba tiba penglihatan beliau gelap dan kepala beliau terasa sakit seperti terkena pukulan. Kemudian Allah mewahyukan kepadanya:

“Dia ( Muhammad ) bermuka masam dan berpaling, karena seorang buta datang kepadanya, Tahukah kamu, barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau mereka tidak membersihkan diri (beriman). Adapun orang yang datang kepadamu dengan bergegas (untuk mendapatkan pengajaran), sedangkan ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya. Sekali kali jangan (begitu)! Sesungguhnya ajaran Allah itu suatu peringatan. Maka siapa yanag menghendaki tentulah ia memperhatikannya. (Ajaran ajaran itu) terdapat di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para utusan yang mulia lagi (sentiasa) berbakti.” Surah ‘Abasa : 1 – 16.

Enam belas ayat itulah yang disampaikan Jibril Al-Amin ke dalam hati Rasulullah saw berhubung dengan peristiwa Abdullah bin Ummi Maktum, yang sentiasa dibaca sejak diturunkan sampai sekarang, dan akan terus dibaca sampai hari kiamat.Sejak hari itu Rasulullah tidak lupa memberikan tempat yang mulia bagi Abdullah apabila dia datang. Baginda mepersilakannya duduk ditempat duduk beliau. Bertanyakan keadaannya dan beliau penuhi keperluannya. Tidaklah heran kalau beliau memuliakan Abdullah sedemikian rupa, kerana teguran dari Allah itu sangat tegas.sumber-http://www.myberita.com

Artikel Yang Mungkin Anda Minati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *