Home > Berita > Pesakit Pengamal Tegar ‘Meruang’ Tak Sedar Kawasan Peranakan DIjangkiti Kuman, Dipenuhi Nanah

Pesakit Pengamal Tegar ‘Meruang’ Tak Sedar Kawasan Peranakan DIjangkiti Kuman, Dipenuhi Nanah

facebook LIKE UTK TERIMA UPDATE TERKINI & KLIK [X] UTK TUTUP --> Button Close

Like kami di facebook untuk menerima update terkini terus ke wall facebook anda.

Demi menjaga kebersihan internal diri, ada berbagai cara dan alternatif yang dilakukan oleh seorang wanita untuk memberikan yang terbaik kepada dirinya.

Selain memakai pencuci feminin, ada juga cara tradisional yang diamalkan seperti 'meruang'.

Apa itu meruang? Meruang satu cara membersihkan internal wanita dengan menggunakan jari telunjuk yang akan mengeluarkan sisa kotoran yang terperangkat di bagian internal vagina.

Katanya, meruang ini dapat mencegah beberapa masalah seperti keputihan, ginekologi seperti cyst, fibroid, polycyst maupun kanker pangkal rahim.

Berbagai lagi kebaikan meruang ini yang digembar gemborkan dalam masyarakat kita tetapi menurut seorang dokter, Hana Hadzrami ada sebuah kasus dimana seorang wanita telah terinfeksi kuman yang merajalela merusak area peranakannya karena dia seorang praktisi tegar vaginal douching atau meruang.

Mari kita baca kemitraan dari dokter wanita ini.

WASH

Beberapa tahun lalu pernah seorang wanita menjalani operasi darurat dengan diagnosis radang appendiks pecah (perforated appendicitis). Dia sebelum itu mengalami sakit perut berkepanjangan beserta demam dan muntah-muntah.

Segera pembedahan dimulai dan rongga peritoneumnya dibuka, membuak-buak nanah keluar dari abdomennya. Dokter bedah segera menyedot nanah tersebut. Wah hampir dua liter banyaknya! Baunya usah dicerita! Usus besar segera dirilis untuk menemukan lokasi juluran appendiks. Aneh! Appendiks pasien tersebut normal. Jadi dari mana datangnya nanah sebanyak itu?

Dokter bedah terpaksa memperpanjang irisan kulit untuk memperbesar lubang, demi memudahkan pandangan. Sumber infeksi harus dicari dan dibuang segera.
Ternyata sumber infeksi kuman adalah dari daerah peranakannya yaitu tabung fallopian dan ovarium. Habis rusak melekat-lekat organ dirongga panggul pasien tersebut. Radang dan merah menyala.

Terpaksa disebut ahli sakitpuan pula untuk masuk mengambil alih operasi. Ini karena ruang panggul adalah dibawah keahlian bagian sakitpuan. Sebelah tabung peranakan dan ovarium yang parah terinfeksi kuman terpaksa dibuang. Kemudian bergelen-galon air digunakan untuk membersihkan nanah yang melekat-lekat. Penyebab penyakit tubo-ovarian abscess itu diidentifikasi sebagai komplikasi dari penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease).

Awalnya kami heran juga pasien semuda itu mendapat penyakit tersebut. Dia bukan berpenyakit diabetes, bukan pekerja seks juga. Hanya surirumah biasa yang setia kepada suami yang satu. Tapi setelah diselidiki, ternyata dia praktisi tegar vaginal douching.

Dia pernah mengalami infeksi vagina, namun ketika berlatih douching dengan basuhan yang dibeli dari toko pinggir jalan, ditemukan gejala kegatalannya telah berkurang. Namun setelah berhenti douching, keputihannya menjadi lebih parah. Jadi dia tak bisa berhenti melakukan demikian karena percaya hanya itu saja jalan untuk menyembuhkan infeksi vagina.

Dia tak tahu bahwa infeksi vagina bisa disembuhkan dengan pengobatan di klinik saja. Dan douching secara teratur hanya menerukkan lagi infeksi alat kelaminnya. Douching bukan saja menghancurkan bakteri baik yang menjaga kesehatan vagina, bahkan ia mengikis lapisan pelindung dinding vagina.

Akibatnya kuman dan bakteri mudah saja masuk menginfeksi alat kelaminnya berikutnya naik dan merajalela di daerah peranakannya tanpa hambatan (pelvic inflammatory disease) . Itulah yang menyebabkan pengumpulan nanah dirongga pelviknya.

Saya cuma berbagi pengalaman saya mengelola pasien tersebut. Wanita tersebut bukan saja bakal berpotensi mengalami infeksi berulang, bahkan tipis sekali harapannya untuk hamil akibat rusak parah anggota peranakannya.

Anggota tubuh Anda, Anda sendirilah yang buat pilihan. Kami hanya mampu menasihati saja.

Hana Hadzrami
Sukati kome lah. Sakit nanti kami tetap rawat, tapi barang Anda tetap cacat.

sumber- Hana Hadzrami

Artikel Yang Mungkin Anda Minati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *