Home > Berita > Terkandas Akibat Bencana Alam Di Luar Negara, 8 Cara Lelaki Ini Lakukan Untuk Pulang Semula Ke Malaysia

Terkandas Akibat Bencana Alam Di Luar Negara, 8 Cara Lelaki Ini Lakukan Untuk Pulang Semula Ke Malaysia

facebook LIKE UTK TERIMA UPDATE TERKINI & KLIK [X] UTK TUTUP --> Button Close

Like kami di facebook untuk menerima update terkini terus ke wall facebook anda.


Perjalanan ke luar negeri, tidak kiralah sama ada untuk liburan atau pun melakukan kerja kesukarelawan, ia pasti membutuhkan kita untuk selalu siap dengan apa yang bakal terjadi.

Kemungkinan untuk insiden terjadi memang ada, cuma kita tidak tahu apa yang bakal menimpa.

Seperti apa yang terjadi pada Fais Taib bersama sekelompok anak muda yang lain, telah menghadapi situasi berhadapan dengan banjir ketika berada di Belitung, Kepulauan Bangka, Indonesia.

Detik itu sedikit sebanyak memberi pengalaman baru kepada mereka, tentang bagaimana caranya untuk kembali pulang ke Malaysia.

Terdampar Akibat Musibah Banjir Di Luar Negara. Apa yang kami lakukan?

Benarlah kata pepatah kita hanya mampu merancang tapi Tuhan yang menentukan.

Liburan yang direncanakan pada beberapa minggu lalu ke Belitung, Kepulauan Bangka, Indonesia bersama 8 orang rekan yang lain hampir membuat kami tidak dapat pulang ke Malaysia sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Sebut tentang Belitung, pasti melayang di pikiran kita adalah Karya Andrea Hirata bukan? Atau kisah Laskar Pelangi maupun Sang Pemimpi.

Bencana banjir kali ini dianggap terburuk dalam sejarah 56 tahun di Belitung.

Banjir parah telah memutuskan beberapa jalan utama di sekitar Kota Tanjung Pandan, Manggar, Gantong dan jalan utama menuju ke Bandara H.A.S Hanandjoeddin.

Beberapa tempat tumpuan wisatawan seperti Museum Kata Andrea Hirata, Rumah Keong dan Rumah Ahok telah ditengelami air.

Dimengerti, hujan yang lebat turun selama tiga hari secara berkelanjutan adalah penyebab bencana ini terjadi.

Dan pada hari pertama kami telah terdampar lebih dari 5 jam di Kota Manggar menuju ke Kota Tanjung Pandan.

Apa yang kami Lakukan sewaktu berhadapan dengan situasi ini?

1) Bersikap tenang & tidak mudah panik


Jangan terlalu gelabah biawak, tipu lah kalau tak cuak kan. Tapi bersikap tenang lebih membuat kita berpikir secara cepat dan tepat.

Terdampar 3 kali dalam perjalanan pulang ke hotel, dan kami memilih untuk mencoba dan terus mencoba jalan yang dapat dilalui atas nasihat orang lokal.

Sekitar 6 jam pemanduaan dan jalan ke tiga yang sempit melintasi beberapa desa, barulah kami tiba di hotel yang awalnya hanya memakan waktu sekitar setengah jam.

Kami tidak berani buang waktu karena khawatir jalan lain juga akan ditutup karena air yang memutuskan jalan mencapai kedalaman hingga 2 meter.

Dan dikabarkan jalan terakhir yang kami lalui juga ditutup setelah beberapa jam kami tiba akibat dilimpahi air.

2) Tidak bersifat provokasi


Jika Anda tidak mampu menyelesaikan masalah, jangan memberi tekanan pada yang lain. Seeloknya, bertindak dengan cerdas saat situasi ini.

Alhamdulillah, semua dari kami bersikap matang dan tidak bersifat provokasi dimana mereka hanya membiarkan beberapa dari kalangan kami berdiskusi dengan tenang dan hanya berdasarkan keputusan kami untuk terus mencari jalan keluar.

3) Periksa kondisi nyata


Setelah mendapat beberapa pesan dari teman di Malaysia tentang kondisi nyata di Belitung, kami bergegas memeriksa saamada berita yang disampaikan sahih atau pun tidak.

Berita jalan utama terputus menuju ke bandar udara membuat kami sedikit gusar karena penerbangan kami ke Jakarta akan keberangkatan pada awal pagi. Air yang melimpahi sehingga lutut melimpahi masih bisa dilalui bagi kendaraan berat.

Awalnya kami berhajat untuk terus berada di bandara pada malam itu juga, untuk menghindari masalah lebih besar pada kami. Atas saran warga lokal, kami mengubah rencana karena bandar udara di situ sunyi dan kurang sesuai untuk kami ke sana pada malam hari.

Apa yang menarik perhatian saya selama di sini adalah sikap orang lokal yang memiliki semangat membantu secara sukarela di sepanjang jalan, dipenuhi anak-anak muda memantau kendaraan dan orang sipil yang berada disitu. Efisiensi mereka menangani musibah ini harus dipuji. Salute lah!

4) Laporkan situasi Anda kepada Otoritas

Kami ke kantor polisi terdekat untuk meminta bantuan dan pandangan dari mereka. Mereka sangat-sangat membantu dan berjanji akan mengirim kami dengan menggunakan bus jika jalan utama masih terputus. Atas saran mereka, kami pulang ke hotel untuk siap sedia atas kemungkinan.

5) Memiliki Akses Internet

Sangat penting! Selama terdampar di daerah Gantong, kami mencari alternatif dengan menggunakan Google Maps sehingga jalan ke 3 yang membawa kami keluar dari daerah bencana.

Memeriksa Weather dengan aplikasi online, saat malam penerbangan pulang ke Jakarta diperkirakan hujan lebat dengan akurasi 30 %.

Jadi kami mengambil tindakan pencegahan jika hujan turun, kami akan terus ke Bandara Udara dan kami membuat giliran siapa yang akan berjaga berdasarkan waktu. Last-last semua tidur nyenyak sebab yakin hujan tidak akan turun.

6) update perkembangan Anda kepada teman atau keluarga terdekat

Ini sangat penting! Pastikan mereka mengetahui situasi terakhir kondisi Anda. Jangan keruhkan keadaan, dan ceritakan situasi terkini dan langkah yang bakal kita ambil untuk keluar dari situasi bencana.

Cuaca yang tidak baik membuat beberapa pesawat kecil tidak dapat terbang dan terdampar. Salah seorang dari kami memiliki 2 penerbangan lain menuju ke Kota Kinabalu, Sabah.

Penerbangan terdampar selama beberapa jam dan jika kami masih menunggu kami akan ketinggalan pesawat yang lain. Apa yang kami lakukan?

7) Berdiskusi dengan perusahaan penerbangan

Waktu. Megambil kira waktu yang suntuk kami berkonsultasi dengan pihak Sriwijaya Air tentang masalah penerbangan yang lain karena terdampar di sini. Mereka setuju mengembalikan harga penuh tiket dan beralih ke pesawat Garuda Airlines.

Suasana sangat cemas karena pesawat tersebut hampir berangkat dan atas bantuan kedua dua perusahaan penerbangan terlibat, kami berhasil naik pesawat Garuda. Dah macam memasuki acara lomba lari, dengan bagpack dibelakang, Drama betul kan? Dan pesawat terus berangkat!

Bukan tukar secara gratis okay! Kami harus membayar sekitar RM200 untuk tiket saat akhir.

8) Memohon bantuan kru

Anda dapat guna cara ini, minta bantuan anak kapal. Ceritakan masalah Anda dan minta mereka menghubungi petugas di Bandar untuk memudahkan urusan kami termasuk dari beberapa segi pemeriksaan dan keluar dari pesawat. Berhasil!

Berada di dalam situasi seperti ini tidak pernah mematahkan semangat kami malah merasakan pengalaman yang berbeda karena ini kali pertama merasakannya.

Menyesal, tidak pernah ada dalam kamus pegembaraan aku. Kalau tanya aku, kau nak pergi lagi tak? Harusla nak! Aku rindu anak anak di Sd Muhamadiyah yang menyanyi menyambut kedatangan kami.

Saat tiba di Malaysia, apa yang aku rasa? Aku merasakan sangat kejam tinggalkan mereka sendiri melalui musibah disana tanpa apa-apa kontribusi.

Atas inisiatif kami sendiri, bantuan daripda badan seperti DerakVenture, Persatuan Kebajikan Bakti Syabab Semalaysia dan hasil sumbangan masyarakat dengan kerjasama Asosiasi Pencinta Alam Kelubi kami telah meluncurkan misi bantuan makanan dan obat-obatan kepada korban korban banjir di Belitung.

Apa kabar mereka disana? Rindu keasyikan suasana desa disana. In sha allah minggu ini aku kesana lagi. Aku bawa buku untuk mereka! Aku harap mereka suka. Sungguh aku merasakan Belitung adalah bagian dari jiwaku.

Artikel Yang Mungkin Anda Minati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *