Home > Berita > (Video) ‘Suku Paling Terasing’: Rakaman Papar Bagaimana Suku Sentinelese Kejar Pelawat Dengan Lembing, Anak Panah Berapi Ketika Cuba Didekati

(Video) ‘Suku Paling Terasing’: Rakaman Papar Bagaimana Suku Sentinelese Kejar Pelawat Dengan Lembing, Anak Panah Berapi Ketika Cuba Didekati

facebook LIKE UTK TERIMA UPDATE TERKINI & KLIK [X] UTK TUTUP --> Button Close

Like kami di facebook untuk menerima update terkini terus ke wall facebook anda.

Mereka mungkin menjadi manusia terakhir di planet ini yang sama sekali terasing dari peradaban modern.

Namun, satu rekaman video rare menampilkan bagaimana suku Sentinelese, yang tinggal di utara Pulau Sentinel di Samudra Hindia – begitu 'tidak ramah 'orang asing sehingga mereka menggunakan kekerasan setiap kali didekati.

Dua nelayan dibantai oleh suku itu pada 2006 karena mendekati mereka, dan suku itu turut menyerang helikopter dan pesawat yang datang dengan menggunakan panah berapi dan juga batu.

Di dalam satu dokumenter mini di Youtube, terlihat anggota dari suku itu memberi sinyal ganas ketika mencoba didekati oleh kamerawan berharap dapat berinteraksi dengan mereka.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh narator video tersebut yang orang Sentinel ini dipercaya sebagai keturunan langsung dari manusia pertama yang muncul di Afrika, dan telah tinggal di pulau itu selama lebih dari 60.000 tahun.

Tidak jelas berapa banyak dari mereka yang berada di pulau terbabit – yang seluas hampir sebesar Manhattan – tapi diharapkan ada 40-500 dari mereka atas pulau itu.

"Tidak kiralah sama Anda datang dengan niat baik atau jahat, datang secara sengaja atau tidak, orang-orang di sini akan menyambut Anda dengan tombak dan panah. " kata narator tersebut.

"Hadiah atau makanan tidak penting sama sekali buat mereka."

Bahkan, pada tragedi tsunami pada 2004, helikopter dari Indian Coast Guard mengirim makanan untuk suku itu, namun seorang pria dari suku terbabit menyambut dengan panah.

Pada 1967, pemerintah India mulai untuk berhubung dengan Sentinelese, dipimpin oleh ahli anthropologi, TN Pandit, dengan memberikan mereka hadiah dan signal.

"Kadang-kadang, mereka berbalik ke belakang dan duduk mencangkung tampaknya ingin berak," kata Pandit.

"Ini untuk mengecam dan mengatakan bahwa kami tidak diterima".

Menurut dokumenter itu juga, hanya sekali saja orang asing tidak disambut secara agresif.

pada 4 Januari 1991, 28 pria dan wanita serta anak-anak mendekati Pandit sebelum masuk kembali ke dalam hutan.

sejak dari itu, pemerintah India telah melarang setiap usaha untuk berhubungan dengan Sentinelse.

pada akhir 1980-an dan awal 1990-an beberapa suku tewas dalam pertempuran dengan orang asing bersenjata yang mengunjungi pulau itu untuk mendapatkan besi dan barang-barang lain dari kapal karam

Survival International pada 2014 melaporkan, mereka menerima lap oran bahwa ada tujuh nelayan mencoba memasuki daerah itu dan telah ditangkap oleh Indian Coast Guard.

Salah seorang nelayan dilaporkan telah menjejak kaki ke pulau tersebut dan berhasil mendekati anggota suku tersebut. Ajaibnya, dia berhasil lepas tanpa cedera.

Kelompok itu (Survival Internation) menggambarkan Sentinelese sebagai 'masyarakat paling lemah di planet ini' karena mereka mungkin tidak ada kekebalan terhadap penyakit-penyakit seperti pilek dan demam campak.

Karena terlalu asing, kemungkinan mereka untuk terhapus akibat wabah penyakit adalah tinggi.

Artikel Yang Mungkin Anda Minati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *